KECELAKAAN DANAU TOBA

KASUS KECELAKAAN KAPAL DI DANAU TOBA

BERITA INDONESIA.COM, 20 Jun. 2018 10:47

Para penumpang kapal tenggelam berenang menuju kapal penolong di Danau Toba.

BERITA INDONESIA.COM – Insiden tenggelamnya kapal motor Sinar Bangun di perairan Danau Toba begitu menjadi sorotan publik Tanah Air.
Bagaimana tidak, akibat kejadian ini banyak penumpang kapal dinyatakan hilang. Beberapa di antaranya berhasil diselamatkan, namun ada pula yang meninggal dunia.
Hingga saat ini, belum diketahui total penumpang yang diangkut KM Sinar Bangun.
Berdasarkan penuturan seorang penumpang selamat, Sendri Sianturi, KM Sinar Bangun begitu dipadati penumpang saat berlayar.
Menurut perkiraannya, sebanyak 100 sepeda motor juga ada di atas kapal nahas tersebut.
“Banyak kali penumpang semalam. Ada seratus kereta (sepeda motor),” ujarnya, Senin (18/6/2018) malam.
Melansir dari salah satu sumber, setidaknya sudah ada 150 keluarga yang melapor ke posko pengaduan.
“Hingga kini sudah ada 150 orang keluarga yang melaporkan kehilangan keluarganya dalam tragedi tenggelamnya kapal KM Sinar Bangun,” kata Kasiops Kantor SAR Medan M Agus Wibisono, Selasa (19/6/2018).
“Tapi yang jelas, yang real masih 128 orang tadi. Sisanya hingga 150 orang yang melapor ini, masih terus kita selidiki,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Simalungun JR Saragih menjelaskan, penyebab tenggelamnya KM Sinar Bangun bukan hanya disebabkan cuaca buruk.
Kelebihan muatan di KM Sinar Bangun diyakini sebagai penyebab utama.
JR Saragih mengatakan kelebihan muatan kapal yang terjadi bukanlah dari Kabupaten Simalungun. Tetapi, dari Kabupaten Samosir.
“Ini yang membuat over kapasitas bukan dari Simalungun tetapi dari Samosir. Kalau sempat tadi di Simalungun udah kutindak Kadis Perhubungannya,” ujarnya.
Insiden tenggelamnya kapal di perairan Danau Toba bukan terjadi kali ini saja.
Melansir dari Tribun Medan, insiden yang paling awal tercatat yaitu bertabrakannya dua kapal pada tahun 1955.
Akibat kecelakaan itu, 55 orang meninggal dunia.
Pada tahun 1986 dan 1987, kecelakaan kembali terjadi dan menelan korban jiwa.
Insiden yang disebut-sebut sebagai kecelakaan kapal terbesar di Danau Toba terjadi tahun 1997.
Kala itu, KM Peldatari tenggelam dan menewaskan puluhan penumpang.
Penyebab kejadian ini diduga karena muatan kapal yang melampaui kapasitas.
Sebagian besar korban yang meninggal adalah anak-anak muda perajin kayu untuk souvenir yang dijual ke Tomok atau Parapat.
Insiden berikutnya terjadi saat Perayaan Pesta Danau Toba 2013.
Pesta yang harusnya berlangsung meriah itu justru dibarengi kejadian mengerikan saat sebuah kapal motor bertabrakan dengan ferry Rao Toba I.
Insiden bermula saat kapal ferry Tao Toba I berlayar dari Pelabuhan Tomok menuju Parapat. Kapal tersebut menyerempat KM Yola yang kelebihan penumpang.
Sebanyak 81 orang penumpang berhasil diselamatkan dan empat orang dinyatakan hilang.
Kecelakaan di perairan Danau Toba kembali terjadi pada Mei 2016.
Sebuah kapal kayu bertabrakan dengan kapal boat dan mengakibatkan sejumlah penumpang luka.
Menurut laporan, tidak ada korban tewas dalam insiden ini.
Kecelakaan kapal paling baru tentu saja yang menimpa KM Sinar Bangun.
Penyebab tenggelamn KM Sinar Bangun bisa dibilang sama dengan yang dialami KM Peldatari, yaitu kelebihan muatan.(bio.tv/bamz)

17 thoughts on “KECELAKAAN DANAU TOBA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *