RAPAT KOORDINASI GUBERNUR KHOFIFAH TERKAIT COVID 19 DI GRAHADI SURABAYA

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa Rapat Koordinasi Bahas situasi Darurat penanggulangan penyebaran Covid 19 di Gedung Negara Grahadi Surabaya minggu 19/04/2020 (bio.ft)

Berita Indonesia.com,- Surabaya .Rapat Koordinasi Membahas  Situasi Darurat Percepatan Penanggulangan Penyebaran Covid 19 di Jawa Timur Khususnya kota Surabaya Sidoardjo dan Gresik serta kota Lamongan yg semakin meningkat di Gedung Grahadi Jl. Gubernur Suryo 7  Surabaya Minggu 19 April 2020 pukul 14.20 s/d16.40 WIB, untuk membahas persiapan PSBB (pembatasan Sosial Berskala Besar) bersama Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), Walikota Surabaya, Bupati Sidoarjo dan bupati Gresik, dan dihadiri staff jajaran pemprov dan pemkot.

Pada rapat hari ini membahas perlunya perlindungan masyarakat Jawa Timur terhadap wabah Covid-19 agar wabah Covid-19 tidak menyebar di seluruh wilayah Jawa Timur.

Dr. Joni Wahyuhadi, dr., Sp.BS (Direktur RS Dr Soetomo) nenyampaikan virus ini merupakan penyakit yang baru merupakan Virus keluarga dari Sars, dan ini merupakan virus yang sangat menular dengan resiko kematian.

Berdasarkan kajian epidemiologi yang dilakukan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair, telah dilakukan penilaian yang merujuk kepada metode evaluasi epidemiologi yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) terkait PSBB. Berdasarkan penilaian tersebut, total nilai untuk Surabaya mencapai nilai 10, atau tertinggi dari skala evaluasi dan ada peningkatan dari kota Surabaya, Sidoarjo dan Gresik yg memiliki pola interaksi kewilayahan yang sangat erat, turut menunjukkan kenaikan kasus Covid-19 yang sangat signifikan.

Dari 18 kecamatan di Gresik, saat ini 11 kecamatan telah memiliki kasus konfirmasi positif , tercatat per tanggal 18 April yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 20 orang, PDP sebanyak 102 orang, dan ODP sebanyak 1073 orang. Sedangkan dari 18 kecamatan di Sidoarjo, saat ini 14 kecamatan telah memiliki kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 55 orang, PDP sebanyak 118 orang dan ODP sebanyak 497 orang.

perkembangan yang terjadi di Surabaya, maupun di Sidoarjo dan Gresik, menunjukkan indikasi yang sejalan dengan petunjuk penentuan tingkat urgensi dari penerapan status PSBB dalam Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor 9 Tahun 2020 tentang pedoman PSBB.

Pasien Covid 19 harus mendapatkan perawatan /isolasi yang bagus, apabila tidak ada tindakan maka akan banyak kasus yang semakin banyak di wilayah kota Surabaya, Sidoarjo dan Gresik.P

Perlu adanya tempat isolasi atau Bed di rumah sakit atau di luar rumah sakit di wilayah kota Surabaya, Sidoarjo dan Gresik umum nya di wilayah Jawa Timur, karena gejala klinis dari Covid-19 saat ini sudah sangat bervariasi, dan selanjutnya untuk perlu di adakan Sosial Distancing terus menerus.

Kemudian  dr. Kohar ( Ketua Rumpun Tim tracing Gugus Tugas Penanganan Covid-19) menyampaikan gambaran kota Surabaya, Sidoarjo, Gresik dan Lamongan jumlahnya saat ini sangat mengkwatirkan, saat ini beberapa temuan orang tanpa gejala banyak peningkatan, belum lagi pasien ODP, PDP yang status meningkat menjadi positif.

Dan perlu dilakukan Pemutusan mata rantai Covid-19 dengan pola hidup sehat, pola makan yang sehat dan jaga jarak.

Irjend pol Luky Hermawan (kapolda Jatim) mengatakan bahwa Pada saat ini Covid-19 di wilayah Jawa Timur selalu adanya peningkatan.

Polda Jatim bersama Kodam sudah banyak melakukan operasi akan tetapi peningkatan Covid-19 di Jawa Timur tetap meningkat, hal seperti ini yang harus jadi kajian percuma apabila di adakan PSBB apabila Pasien dari ODP/PDP yang melakukan karangtina mandiri tidak mematuhi SOP dari karantina tersebut agar di lakukan karantina dengan penjagaan ketat sehingga Penyebaran Covid-19 lagi lebih luas lagi.

Penyampaian Brigjend TNI Bambang Ismawan ( Kasdam V/Brw) Upaya tindakan yang sudah di laksanakan dari TNI – POLRI mulai dari tingkat Kab, kota, Kec. dan Desa, akan tetapi saat ini peningkatan Covid-19 masih meningkat terus perlu adanya evaluasi dan langkah agar Covid-19 tidak semakin bertambah.

Walikota Surabaya Tri Rismaharini (Walikota Surabaya) kasus Covid-19 di kota Surabaya sampai Saat ini tgl 19 April 2020  sebagai berikut

ODP : 1806, Dipantau: 1063 , Selesai: 743
Meninggal: 0
PDP : 703, Pengawasan: 475 Selesai: 226 , Meninggal: 2
CONFIRM : 270, Sembuh: 45 Dirawat: 196
Meninggal: 29

Pemerintah kota Surabaya telah bekerja sama dengan Bimas dan Babinsa untuk melakukan pengawasan terhadap ODP /PDP yang melakukan isolasi mandiri, setelah melakukan karantina mandiri akan di laksanakan test ulang kembali.

Adanya penambahan/temuan baru kasus Covid-19, baik ODR,OTG, ODP, PDP dan positif di kota Surabaya yang sudah terjadi sesuai dengan Tracing dan Cluster dan semua itu sudah sesuai dengan alamat yang di lakukan pemantauan.

H. Nur Ahmad Syaifuddin. S.H (Wakil Bupati Sidoarjo) :K dredudukan Kab. Sidoarjo sudah level 10, pemerintah kab. Sidoarjo sudah melakukan upaya-upaya Sosial terhadap penyebaran Covid-19, dengan memberikan sumbangan sosial baik berupa logistik maupun alat kesehatan Upaya sosialisasi dengan himbauan terkait Sosial Distancing dan penambahan rumah sakit tempat isolasi berbagai upaya sudah di laksanakan akan tetapi masih terjadi peningkatan Covid-19,Apa yang sudah di lakukan dengan usaha yang maksimal oleh pemerintah kab. Sidoarjo akan nenjadi sia sia apabila saat ini masyarakat sudah mulai menurun terkait SOP dari sosial Distancing, Apabila PSBB dijalankan apa yang harus di lakukan dan persiapan apa yang harus di lakukan dan efek serta dampak dari penerapan PSBB baik dari segi ekonomi bagi masyarakat.

Tanggaoan Dr. Ir. H. Sambari Halim Radianto , S.T., M.Si.(Bupati Gresik) kab. Gresik dalam pencegahan penyebaran Covid-19 tidak jauh beda dengan kota Surabaya dan Sidoarjo bekerja sama dengan 3 pilar pemerintah kab. Gresik, TNI dan Polri dan upaya yang di lakukan dengan pembagian Masker, pembagian hand sanitaizer, penyemprotan Disinfektan dan pemberian sosialisasi terkait Sosial Distancing dengan melakukan operasi di tempat perkumpulan masyarakat seperti warung kopi dan tempat ibadah dll akan tetapi masih terjadi peningkatan.

disampaikan juga Data Covid-19 tgl 19 April 2020 di wilayah kab. Gresik sbb:
ODP 1073 Dipantau: 573 Selesai: 500 Meninggal: 0
PDP 102 Pengawasan: 65 Selesai: 33 Meninggal: 4
CONFIRM 20 Sembuh: 2 Dirawat: 16 Meninggal: 2 sedangkan Cluster penyebaran Covid-19 di kab. Gresik antara lain dari Surabaya 11 orang dari jakarta 5 orang dan haji 2 kasus sebaran terbanyak dari pintu-pintu masuk Kota Surabaya sebanyak 13 orang

Khofifah Indar Parawansa (gubernur Jawa Timur)  “Berbagai iktiar yang sudah di lakukan oleh pemerintah provinsi jawa timur secara berlapis dalam pencegahan Penyebaran Covid-19 pemerintah provinsi Jatim dalam waktu dekat akan memberikan bantuan tunai, Non tunai dan sembako kepada masyarakat provinsi Jatim yang terdampak kasus Covid-19 pada titik yang sangat terdampak Penyebaran virus Covid – 19″

Kartu pra-kerja akan di berikan terutama korban PHK atau di rumahkan dan rencana minggu depan akan di buka lagi pendaftaran prakerja

Untuk Penyiapan format PSBB bagi kota Surabaya, Kab. Sidoarjo dan Kab. Gresik akan diberikan kepada bupati /walikota masing-masing dan langkah selanjutnya pemerintah provinsi jawa timur akan melakukan penyuratan terhadap kementerian kesehatan.

Penyiapan SOP PSBB sesuai peraturan perbub/perwali masing-masing agar di laksanakan pembahasan terhadap pelaku usaha di wilayah masing-masing, berikan pengertian bahwa hal ini bukan Lockdown akan akan tetapi pembatasan Sosial Berskala Besar dan akan melakukan mekanisme kegiatan di wilayah sesuai SOP masing-masing

Rapat kordinasi yang di pimpin oleh Gubernur Jawa Timur selaku Ketua Gugus Tugas Menyikapi perkembangan Covid-19 di wilayah kota Surabaya, Kab. Sidoarjo dan Kab. Gresik, dengan akan dilaksanakan PSBB di wilayah kota Surabaya, Sidoarjo dan Gresik,bahwa rencana konsep PSBB akan di kembalikan kepada peraturan perbup /perwali masing-masing daerah dalam pelaksanaan SOP PSBB, dengan melakukan koordinasi dengan pelaku usaha dan ekonomi serta pemangku kebijakan di kab/kota masing-masing untuk melakukan SOP PSBB.

Terkait penerapan penyiapan PSBB yang akan di laksanakan di kota Surabaya, Kab. Sidoarjo dan Kab Gresik masih akan dilanjutkan pembahasan langkah, konsep dan SOP PSBB di wilayah kota/kab masing-masing dengan di bantu DPR Kab/kota, polda Jatim dan kodam V/Brw dengan pergub masih menyusul.

Rapat koordinasi berjalan sangat kondusif.ujar peserta salah satu staf Pemprov (Bamz.bio)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *