BERITA DUNIA

Ini Penyebab Tragedi yang Tewaskan 45 Peziarah di Israel

Sabtu, 1 Mei 2021 | 03:50 WIB
Oleh: Heru Andriyanto / HA

Beritasatu.com – Israel dilanda salah satu tragedi sipil paling buruk dalam sejarahnya setelah 45 orang tewas dalam ritual keagamaan Yahudi Ortodoks Jumat (30/4/2021) dini hari.

Festival keagamaan Lag B’Omer itu digelar di dekat Gunung Meron, di mana ribuan orang berziarah ke makam seorang pemuka agama Yahudi ortodoks dari abad II. Mereka berkumpul di sejumlah panggung dan tenda terpisah yang tersambung oleh jaringan lorong dan jalan.

Sejumlah saksi mata mengatakan insiden bermula ketika polisi menutup salah satu lorong tersebut.

Para pengunjung mulai berdesakan pada sekitar pukul 01.00 dini hari waktu setempat karena jalan yang ada sangat sempit, dengan lebar hanya sekitar 3 meter.

Menurut sumber kepolisian yang dikutip suratkabar Haaretz, beberapa orang terpeleset di tangga yang curam, dan menyebabkan puluhan lainnya ikut jatuh.

Menurut seorang korban yang terluka, kelompok orang yang berada paling depan langsung berjatuhan dan saling menimpa yang di bawah mereka.

“Akibatnya terbentuk piramida, orang saling bertumpuk satu sama lain,” kata pria tersebut, yang tidak disebutkan namanya.

“Saya berada di tumpukan kedua. Mereka yang di tumpukan pertama – saya melihat orang-orang tewas di depan mata,” imbuhnya.

Korban selamat lainnya bernama David menggambarkan peristiwa itu seperti ombak manusia yang pecah.

“Tubuh kami tersapu oleh kami sendiri. Ada yang terlempar ke udara, ada yang tertindih di bawah,” ungkapnya.

Menurut koresponden BBC, insiden terjadi di turunan yang curam, dan mereka yang di bawah tidak bisa keluar, diduga karena akses ditutup. Sementara itu, gelombang manusia dari atas terus datang, tidak menyadari bencana di bawah mereka.

Di lokasi juga ada turunan itu tidak memiliki anak tangga, tetapi dilapisi pelat besi yang saat itu basah dan licin.

Seorang petugas keamanan berjalan melintasi lokasi insiden yang menewaskan puluhan orang akibat pengunjung yang berdesakan dalam ritual keagamaan Yahudi di Gunung Meron, Israel, 30 April 2021. Terlihat pelat besi yang melapisi turunan itu tanpa tangga. (AFP)

Dalam ritual tersebut, kelompok pria dan wanita dipisahkan. Insiden terjadi di wilayah pria, dan para korban termasuk seorang bocah berusia 9 tahun.

Saksi lain mengatakan polisi membuat barikade yang menghalangi orang keluar.

Pada 2008 dan 2011, sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) bernama State Comptroller sebetulnya sudah memperingatkan potensi terjadinya bencana dalam ritual tersebut.

“Jalan dan gang di sana sempit, tidak bisa menampung ratusan apalagi ribuan orang yang berkunjung,” tulis LSM itu.

Ritual tahunan itu memperingati hari raya Lag B’Omer, di mana pengunjung bernyanyi, menari, dan menyalakan api unggun untuk mengenang Rabbi Shimon Bar Yochai dari abad II di dekat makamnya.

Yang membedakan pada tahun ini, area api unggun disekat sebagai bagian dari protokol Covid-19. Hal ini diduga menjadi penyebab menumpuknya pejalan kaki di sejumlah titik.

Penyebab pasti tragedi ini masih diselidiki pihak berwajib.

Kementerian Kesehatan Israel sebelumnya sudah mengimbau agar masyarakat tidak menghadiri acara itu untuk mencegah penularan Covid-19.

Namun, secara resmi tidak ada larangan karena kasus baru Covid-19 di Israel relatif rendah dan 58% populasinya sudah divaksin penuh.

Sejumlah sumber mengatakan acara itu dihadiri oleh sekitar 100.000 orang.

Sumber: CNN, BBC