BERITA PAGI


Center-Pelayanan Terpadu di Siola Diplot Jadi Percontohan Nasional
Berita Indonesia tv online

2016-08-26 10:53:25 +0700
Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk merespons cepat aduan darurat dari masyarakat melalui posko siaga Command Center Surabaya yang ada di lantai II gedung eks Siola, mendapatkan apresiasi positif dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men PAN-RB), Asman Abnur.

Apresiasi positif itu disampaikan Menteri PAN RB setelah melihat langsung ruangan Command Center bersama Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, Kamis (25/8/2016). Turut serta dalam kunjungan mendadak ke Command Center tersebut, Kepala Dinas 8Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbang Linmas), Soemarno.

Begitu masuk ke ruangan Command Center, wali kota lantas menjalankan prosedur penanganan dari pusat kendali yang baru diresmikan pada akhir Juli lalu tersebut. Wali kota juga menjelaskan fungsi Command Center selain menerima aduan darurat dari masyarakat melalui nomor call center 112, juga memantau kondisi kota melalui kamera CCTV yang tervisualisasi lewat visual di layar monitor berukuran besar, termasuk juga mamantau ketinggian air sungai. Wali kota juga menjelaskan bahwa Command Center terhubung dengan beberapa instansi terkait seperti PMI, Basarnas dan juga kepolisian.

Begitu mendengar penjelasan dari wali kota, Menteri PAN RB langsung berujar singkat.

“Oke bu wali, top,” ujarnya.

Selain menjelaskan fungsi dari Command Center, wali kota juga menjelaskan tentang pelayanan terpadu yang ada di Siola. Yakni beberapa dinas dan instansi yang terkait pelayanan publik dan perizinan seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta Unit Pelayananan Terpadu Satu Atap (UPTSA), semuanya ditempatkan dalam satu lokasi. Tujuannya demi memudahkan pelayanan kepada publik. “Dinas-dinas yang terkait pelayanan publik ada di sini. Kami ingin siapkan pelayanan di sini hidup (siaga) sampai pagi. Karena tidak semua orang bisa mengurus pelayanan pada pagi-sore karena harus bekerja,” sambung wali kota.

Kepada wartawan, Menteri PAN RB menegaskan akan menjadikan Command Center Surabaya dan juga pelayanan terpadu di Siola yang diterapkan oleh Pemkot Surabaya, bisa menjadi contoh (role model) bagi kota-kota di Indonesia. “Jadi sekarang tugas saya tidak berat lagi karena sudah ada contoh dari Surabaya. Nanti tinggal diteruskan ke daerah-daerah lain. Agar manfaat yang dirasakan warga Surabaya, juga bisa dirasakan masyarakat di daerah lain,” sambung mantan anggota DPR RI dari Fraksi PAN ini.

Wali Kota Tri Rismaharini mengaku senang inovasi pelayanan publik dan merespons aduan darurat masyarakat yang diterapkan oleh Pemkot Surabaya, bisa menjadi percontohan nasional. “Saya senang karena pak menteri menghargai kerja keras kami. Dan saya juga senang bila banyak daerah yang bagus (pelayanan publik) nya. Itu artinya Indonesia juga akan bagus,” sambung wali kota yang pernah menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini.

Sejak diresmikan wali kota pada akhir Juli 2016 lalu, Command Center telah efektif melayani aduan darurat masyarakat melalui nomor pengaduan 112. Nomor tersebut bisa diakses 24 jam dan bebas pulsa. Ketika warga menelepon ke nomor 112 dan menyampaikan laporannya, petugas segera menghubungi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait untuk segera menindaklanjuti laporan itu dengan menerjunkan petugas ke lokasi.

Pusat Kendali ini juga bisa memangkas alur birokrasi penanganan bencana. Bila selama ini, dinas yang menangani masalah darurat seperti Dinas Kebakaran atau Bakesbang Linmas ataupun memiliki posko sendiri-sendiri. Dengan Command Center ini, SKPD tersebut akan disinergikan dalam satu ruangan untuk memantau kondisi kota selama 24 jam dan menerima laporan masyarakat.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Antiek Sugiharti mengatakan, untuk layanan call center, saat ini sudah bisa dihubungi lewat telepon rumah dan telpon seluler (handphone). Namun, untuk lewat handphone, hanya bisa disambungkan lewat provider Telkomsel Group saja. Ke depan, nomor 112 bisa dikontak semua provider. “Ini sedang proses integrasi karena sistemnya beda-beda. Kami sudah rapat dengan Kementrian (Kominfo) dan provider untuk pengintegrasian ini,” jelas Antiek.

Kamis, 27 juli 2017

Berita indonesia tv online

 

Istri-istri ISIS: Mengapa Saya Bergabung dengan ‘Kekhalifahan’ di Raqqa

Sejumlah istri dari petempur-petempur kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) kini ditahan oleh Pasukan Demokratik Suriah pimpinan Kurdi (SDF) menyusul kemajuan yang dilaporkan dicapai SDF dalam upaya merebut Raqqa, kota yang selama ini menjadi kantong ISIS di Suriah.

Serangan SDF telah menyebabkan ribuan warga melarikan diri dari Raqqa, termasuk keluarga militan ISIS.

Para istri petempur ISIS dan anak-anak mereka kini ditahan oleh SDF di Suriah utara.

Tetapi mengapa dulu mereka bersedia bahkan tertarik dan ingin hijrah dari negara mereka ke wilayah yang dikuasai ISIS? Beberapa di antara mereka mengungkapkannya dalam percakapan dengan wartawan BBC, Shaimaa Khalil.

Kisah Eman Othmani

Eman dan suaminya meninggalkan Tunisia dengan tujuan Raqqa, basis ISIS. Suaminya ingin menjadi petempur dan Eman sendiri ingin menjalani kehidupan sesuai dengan kehidupan Islam sejati yang dibayangkannya.

BBC Eman Othmani menuturkan ia ingin pulang ke Tunisia tetapi suaminya berada di penjara tentara Kurdi.

Eman menyatakan keinginan untuk pulang ke Tunisia dan membawa serta putranya yang kelahiran Raqqa.

“Saya manusia. Saya membuat kesalahan… Nasihat saya kepada siapapun yang berpikir untuk menjadi bagian dari ISIS adalah mereka seharusnya menyelamatkan diri mereka sendiri sekarang… Jika Anda mati bersama ISIS, Anda tidak akan masuk surga, Anda tidak akan mendapatkan apapun yang dijanjikan oleh mereka. Dan yang menunggu Anda adalah neraka!

Kisah Khadija Al-Omary

Di bawah kekuasaan ISIS, kaum perempuan diharapkan memainkan peran sebagai istri, ibu dan pengurus rumah tangga. Namun ada sebagian yang diberi pengaruh lebih dan beberapa di antara mereka bahkan turut bertempur.

BBC
BBC Menurut Khadija Al-Omary, seorang perempuan Maroko diberi wewenang mengawasi para perempuan di Raqqa.

Pada 2014, sebuah unit yang seluruh anggotanya perempuan, Brigade Khansaa, dibentuk ISIS di Raqqa, yang mengemban tugas utama menerapkan peraturan ketat ISIS dan mengawasi perempuan.

“Ada perempuan Maroko yang menyiksa perempuan-perempuan lain. Jika di antara kami berbicara buruk tentang ISIS, ia datang dan membawa orang tersebut dan menjebloskannya ke penjara ISIS. Ia melaporkan kepada para petempur bahwa perempuan itu adalah mata-mata,” kata Khadija Al-Omary, seorang istri petempur ISIS.

Sebagaimana dilaporkan oleh wartawan BBC Shaimaa Khalil, sulit menentukan apakah perempuan-perempuan yang berhasil keluar dari kekuasaan ISIS, seperti Eman Othmani dan Khadija Al-Omary, adalah korban sebab mereka sebelumnya adalah bagian dari kelompok militan itu.

Perempuan-perempuan dari berbagai negara yang masuk ke Raqqa dengan keinginan untuk hidup di bawah ‘kekhalifahan’ Islam, termasuk dari Indonesia.

Namun mereka dilaporkan turut mengungsi dari kota di Suriah itu setelah ISIS dilaporkan tercerai berai. Tercatat 12 WNI -terdiri dari sembilan perempuan dan tiga anak- berada di kamp pengungungi Ain Issa, sekitar 50 kilometer di utara Raqqa.

Mereka menyatakan keinginan pulang ke Indonesia tetapi masih menunggu suami mereka yang berada di tahanan. Dari Inggris, setidaknya 60 perempuan sudah hijrah ke Suriah./BIO.BAMZ.